Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2011

Departementasi Manajemen

DEPARTEMENTASI MANAJEMEN

A.DEPARTEMENTASI
Pengertian Departementasi 

Efesiensi kerja tergantung kepada keberhasilan integrasi satuan-satuan yang bermacam-macam dalam organisasi,. Proses penentuan cara bagaimana kegiatan dikelompokkan disebutkan departementasi.Ada dua macam bentuk departementasi yaitu :

1. Departementasi Fungsional

Departementasi Fungsional, organisasi menurut fungsi menyatukan semua orang yang terlibat dalam satu aktivitas atau beberapa aktivitas berkaitan yang disebut fungsi dalam satu departemen. Seperti pemasaran atau keuangan dikelompokkan ke dalam 1 unit.
Mengelompokkan fungsi yang sama atau kegiatan sejenis untuk membentuk satuan organisasi. Ini merupakan bentuk organisasi yang paling umum dan bentuk dasar departementasi.
Kebaikannya :
a. Pendekatan ini menjaga kekuasaan dan kedudukan fungsi-fungsi utama
b. Menciptakan efisiensi melalui spesialisasi
c. Memusatkan keahlian organisasi
d. Memungkinkan pengawasan mana-jemen puncak terhadap fungsi-fungsi yang ada dalam organisasi.
Kelemahannya :
a. Menciptakan konflik antar fungsi
b. Adanya kemacetan pelaksanaan tugas
c. Umpan balik yang lambat
d. Memusatkan pada kepentingan tugasnya
e. Para anggota berpandangan lebih sempit serta kurang inovatif.

2. Departementasi Divisional

Departementasi divisional, departemen perusahaan besar yang berupa bisnis terpisah; mungkin ditujukan untuk membuat dan menjual produk spesifik atau melayani pasar spesifik.
Dengan membagi divisi-divisi atas dasar produk, wilayah, langganan, dan proses, dimana tiap divisi merancang, memproduksi dan memasarkan produknya sendiri.
a. Struktur organisasi divisional atas dasar produk
Setiap departementasi bertanggung jawab atas suatu produk yang berhubungan. Struktur ini dipakai bila teknologi pemprosesan dan metode pemasaran sangat berbeda.
b. Struktur organisasi divisional atas dasar wilayah.
Pengelompokkan kegiatan atas dasar, tempat dimana operasi berlokasi atau menjalankan usahanya. Faktor yang menjadi pertimbangan adalah bahan baku, tenaga kerja, pemasaran, transportasi dan lain sebagainya.
c. Struktur organisasi divisional atas dasar langganan
Pengelompokkan kegiatan yang dipusatkan pada penggunaan produk, terutama dalam kegiatan pengelompokkan penjualan, pelayanan.


B.. Koordinasi (Coordination)Untuk melihat kemampuan seorang manajer dalam memimpin dan melakukan koordinasi dilihat dari besar kecilnya jumlah bawahan yang ada dalam tanggung jawabnya, yang dikenal sebagai rentang manajemen. Koordinasi didefinisikan sebagai proses penyatuan tujuan-tujuan perusahaan dan kegiatan pada tingkat satu satuan yang terpisah dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Koordinasi dibutuhkan sekali oleh para karyawannya, sebab tanpa ini setiap karyawan tidak mempunyai pegangan mana yang harus diikuti, yang akhirnya akan merugikan organisasi itu sendiri.
1. Pedoman Koordinasi :
a. Koordinasi harus terpusat, sehingga ada unsur pengendalian guna menghindari tiap bagian bergerak sendiri-sendiri yang merupakan kodrat yang telah ada dalam setiap bagian, ingat bahwa organisasi merupakan kumpulan dari orang-orang yang punya kebutuhan dan keinginan berbeda.
b. Koordinasi harus terpadu, keterpaduan pekerjaan menunjukkan keadaan yang saling mengisi dan memberi.
c. Koordinasi harus berkesinambungan, yaitu rangkaian kegiatan yang saling menyambung, selalu terjadi, selalu diusahakan dan selalu ditegaskan adanya keterkaitan dengan kegiatan sebelumnya.
d. Koordinasi harus menggunakan pendekatan multi instansional, dengan ujud saling memberikan informasi yang relevan untuk menghindarkan saling tumpang tindih tugas yang satu dengan tugas yang lain.
2. Kebaikan dan Habatan Koordinasi yang Efektif
Kebaikan :
a. Beban tiap bagian tidak terlalu berat, karena adanya keseimbangan antar bagian.
b. Tiap bagian akan memperoleh infor-masi yang jelas dalam partisipasi pencapaian tujuan dan tahu peranan-nya masing-masing sehingga dapat memberikan saran dan komentar ter-hadap kemungkinan ketidak serasian antar bagian.
c. Skedul kerja saling terkait sehingga menjamin penyelesaian pekerjaan tepat pada waktunya.
Kelemahan :
a. Perbedaan tiap bagian dalam orientasi pencapaian tujuan.
b. Perbedaan dalam orientasi waktu
c. Perbedaan orientasi antar pribadi
d. Perbedaan dalam formalitas struktur

3. Pendekatan Untuk Mencapai Koordinasi yang Efektif
a. Menggunakan pendekatan teknik-teknik dasar manajemen yang berupa hirarki manajerial, rencana dan tujuan sebagai dasar bertindak.
b. Meningkatkan koordinasi potensial bila tiap bagian saling tergantung satu dengan lainnya serta lebih luas dalam ukuran dan fungsi. Koordinasi ini dapat ditingkatkan dengan melalui dua cara, yaitu :
1) Sistem informasi vertikal, penyaluran data-data melalui tingkatan-tingkatan organisasi. Komunikasi ini bisa di dalam atau di luar lantai perintah.
2) Hubungan lateral (horizontal), dengan membiarkan informasi dipertukarkan dan keputusan dibuat pada tingkat dimana informasi diperlukan. Ada beberapa hubungan lateral :
- Hubungan langsung
- Hubungan kelompok langsung
- Hubungan silang

Lagi Lagi Tugas, huhuhu....
Capek...


NaraSumber

Jenis Organisasi

Posting kali ini tentang tugas kampus saya, di beri tugas oleh dosen yang jarang sekali hadir...
walau gitu, semoga nilai tetap aman (amin)...
monggo lanjut gan...

Menurut pola hubungan kerja, lalu lintas wewenang dan tanggung jawab, maka bentuk organisasi dapat dibedakan sebagai berikut:
  • Bentuk Organisasi Garis
Bentuk ini merupakan nbentuk organisasi paling tua dan paling sederhana. Bentuk organisasi diciptakan oleh Henry Fayol. Biasa juga disebut dengan organisasi militer dimana cirinya adalah struktur organisasi ini relatif kecil, jumlah karyawan yang relatif sedikit, saling kenal, dan spesialisai kerja yang belum begitu rumit dan tinggi.
Kebaikannya;
1.      Kesatuan komado terjamin baik karena pimpinan berada pada satu tangan.
2.      Proses pengambilan keputusan berjalan dengan cepat karena jumlah orang yang diajak berkonsultasi masih sedikit.
3.      Rasa solidaritas dianatara karyawan umumnya tinggi karena saling mengenal.
Keburukannya;
1.      Seluruh organisasi tergantung pada satu pimpinan (satu orang) dimana bila pimpinan tersebut berhalangan maka organisasi tersebut akan mandek atau hancur.
2.      Ada kecenderungan pimpinan bertindak secara otokratis.
3.      Kesempatan karyawan untuk berkembang terbatas.
  • Bentuk Organisasi Fungsional
Bentuk ini merupakan bentuk dimana sebagian atau segelintir pimpinan tidak mempunyai bawahan yang jelas karena setiap pimpinan berwenang memberikan komando pada bawahannya. Bentuk ini dikembangkan oleh FW Taylor.
Kebaikannya;
1.      Pembidangan tugas-tugas jelas.
2.      Spesialisasi karyawan dapat dikembangkan dan digunakan semaksimal mungkin.
3.      Digunakannya tenga-tenaga ahli dalam berbagai bidang sesuai dengan fungsinya.
Keburukannya;
1.      Karena adanya spesialisasi kerja maka akan sulit untuk mengadakan tour of duty.
2.      Karyawan lebih mementingkan bidangnya sehingga sukar untuk melaksanakan koordinasi.
  • Bentuk Organisasi Garis dan Staff
Bentuk ini umumnya dianut oleh organisasi besar, daerah kerja yang luas, mempunyai bidang tugas yang beraneka dan rumit serta jumlah karyawan yang banyak. Bentuk ini diciptakan oleh Harrington Emerson.
Kebaikannya;
1.      Dapat digunakan pada setiap organisasi yang besar, apapun tujuannya, luas organisasinya,dan kompleksitas susunan organisasinya.
2.      Pengambilan keputusan lebih mudah karena adanya dukungan dari staf ahli.
3.      Perwujudan “the right man in the right place”lebih mudah terlaksana.
Keburukannya;
1.      Sesama karyawan dapat terjadi tidak saling mengenal, solidaritas sulit terbangun
2.      Karena susunan organisasinya yang koompleksitas, maka kesulitannya adalah dalam bidang koordinasi antar divisi atau departemen.
  • Bentuk Organisasi Fungsional dan Staff
Bentuk ini merupakan kombinasi dari bentuk organisasi fungsional dan bentuk organisasi garis dan staff. Adapun kebaikan dan keburukan dari bentuk organisasi ini adalah juga merupakan kombinasi dari bentuk diatas.
  • Bentuk Organisasi Proyek
Proyek merupakan suatu kegiatan usaha yang kompleks, sifatnya tidak rutin, memiliki keterbatasan terhadap waktu, anggaran dan sumber daya serta memiliki spesifikasi tersendiri atas produk yang akan dihasilkan. Dengan adanya keterbatasan-keterbatasan dalam mengerjakan suatu proyek, maka sebuah organisasi proyek sangat dibutuhkan untuk mengatur sumber daya yang dimiliki agar dapat melakukan aktivitas-aktivitas yang sinkron sehingga tujuan proyek bisa tercapai. Organisasi proyek juga dibutuhkan untuk memastikan bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan cara yang efisien, tepat waktu dan sesuai dengan kualitas yang diharapkan.
Secara umum, terdapat 4 jenis organisasi proyek yang biasa digunakan dalam menyelesaikan suatu proyek. Adapun jenis-jenis organisasi proyek yang dimaksud antara lain :

1.      Organisasi Proyek Fungsional
Dalam organisasi proyek fungsional, susunan organisasi proyek dibentuk dari fungsi-fungsi yang terdapat dalam suatu organisasi. Organisasi ini biasanya digunakan ketika suatu bagian fungsional memiliki kepentingan yang lebih dominan dalam penyelesaian suatu proyek. Top manajer yang berada dalam fungsi tersebut akan diberikan wewenang untuk mengkoordinir proyek.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek ini antara lain proyek dapat diselesaikan dengan struktur dasar fungsional organisasi induk, memiliki fleksibilitas maksimum dalam penggunaan staf, adanya pembauran berbagai jenis keahlian bagi tiap-tiap fungsi serta peningkatan terhadap profesionalisme pada sebuah divisi fungsional.
Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemui dalam organisasi proyek fungsional antara lain proyek biasanya kurang fokus, terdapat kemungkinan terjadinya kesulitan integrasi antar tiap-tiap fungsi, biasanya membutuhkan waktu yang lebih lama serta motivasi orang-orang yang terdapat dalam organisasi menjadi lemah.

2.      Organisasi Proyek Tim Khusus
Dalam organisasi proyek tim khusus, organisasi akan membentuk tim yang bersifat independen. Tim ini bisa direkrut dari dalam dan luar organisasi yang akan bekerja sebagai suatu unit yang terpisah dari organisasi induk. Seorang manajer proyek full time akan ditunjuk dan diberi tanggung jawab untuk memimpin tenaga-tenaga ahli yang terdapat dalam tim.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam organisasi proyek tim khusus yakni tim akan terbentuk dengan bagian-bagian yang lengkap dan memiliki susunan komando tunggal sehingga tim proyek memiliki wewenang penuh atas sumber daya yang ada untuk mencapai sasaran proyek, sangat dimungkinkan ditanggapinya perubahan serta dapat diambil sebuah keputusan dengan tepat dan cepat karena keputusan tersebut dibuat oleh tim dan tidak menunda hierarki, status tim yang mandiri akan menumbuhkan identitas dan komitmen anggotanya untuk menyelesaikan proyek dengan baik, jalur komunikasi dan arus kegiatan menjadi lebih singkat, mempermudah koordinasi maupun integrasi personil serta orientasi tim akan lebih kuat kepada kepentingan penyelesaian proyek.
Sedangkan beberapa kelemahan yang ditemukan dalam organisasi proyek ini adalah biaya proyek menjadi besar karena kurang efisien dalam membagi dan memecahkan masalah dalam penggunaan sumber daya, terdapat kecendrungan terjadinya perpecahan antara tim proyek dengan organisasi induk serta proses transisi anggota tim proyek untuk kembali ke fungsi semula jika proyek telah selesai akan terasa sulit karena telah meninggalkan departemen fungsionalnya dalam waktu yang lama.

3.      Organisasi Proyek Matriks
Organisasi proyek matriks merupakan suatu organisasi proyek yang melekat pada divisi fungsional suatu organisasi induk. Pada dasarnya organisasi ini merupakan penggabungan kelebihan yang terdapat dalam organisasi fungsional dan organisasi proyek khusus.
Beberapa kelebihan yang terdapat dalam bentuk organisasi ini yaitu manajer proyek bertanggung jawab penuh kepada proyek, permasalahan yang terjadi dapat segera ditindaklanjuti, lebih efisien karena menggunakan sumber daya maupun tenaga ahli yang dimiliki pada beberapa proyek sekaligus serta para personil dapat kembali ke organisasi induk semula apabila proyek telah selesai.
Adapun beberapa kekurangan yang terdapat dalam bentuk organisasi proyek ini antara lain manajer proyek tidak dapat mengambil keputusan mengenai pelaksanaan pekerjaan dan kebutuhan personil karena keputusan tersebut merupakan wewenang dari pada departemen lain, terdapat tingkat ketergantungan yang tinggi antara proyek dan organisasi lain pendukung proyek serta terdapat dua jalur pelaporan bagi personil proyek karena personil proyek berada dibahwah komando pimpinan proyek dan departemen fungsional.

4.      Organisasi Proyek Virtual
Organisasi proyek virtual adalah suatu bentuk organisasi proyek yang merupakan aliansi dari beberapa organisasi dengan tujuan untuk menghasilkan suatu produk tertentu. Struktur kolaborasi ini terdiri dari beberapa organisasi lain yang saling bekerjasama dan berada disekelilin perusahaan inti.
Adapun beberapa kelebihan yang terdapat dalam susunan organisasi proyek virtual ini antara lain terjadi pengurangan biaya yang signifikan, cepat beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi serta adanya peningkatan terhadap fleksibilitas usaha.
Sedangkan beberapa kekurangan yang terdapat dalam organisasi ini yakni proses koordinasi keprofesionalan dari berbagai organisasi yang berbeda dapat menjadi hambatan, terdapat potensi terjadinya kehilangan kontrol pada proyek serta terdapat potensi terjadinya konflik interpersonal.
 


Senin, 28 Maret 2011

Perbedaan Audit PDE dan Audit Konvensional

Suatu organisasi dalam menjalankan kegiatannya perlu melakukan mekanisme pelaporan keuangan kepada pihak-pihak yang berkepentingan baik untuk internal perusahaan maupun kepada pihak-pihak di luar perusahaan. Suatu oraganisasi juga perlu memastikan efektifitas dan efisiensi kegiatan-kegiatan operasionalnya. Organisasi juga wajib mematuhi segala peraturan atau ketentuan yang mengikat aktivitas organisasi tersebut. Usaha untuk menilai keandalan laporan keuangan, efektifitas dan efisiensi kegiatan, serta kepatuhan terhadap peraturan inilah area-area yang menjadi cakupan auditing. Dari berbagai area auditing itulah akhirnya muncul istilah-istilah seperti financial audit, operational audit, dan compliance audit. Arens mendefinisikan auditing sebagai suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti-bukti secara obyektif berdasarkan aseri-asersi kegiatan ekonomi suatu entitas dan menentukan tingkat kesesuaian antara asersi-asersi tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan selanjutnya mengkomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.


Webmaster itu apa?

Webmaster (campuran web dan master ), juga disebut web arsitek, web developer, penulis situs, administrator situs web adalah orang yang bertanggung jawab untuk menjaga satu atau banyak website. Tugas webmaster mungkin termasuk memastikan bahwa web server, perangkat keras dan perangkat lunak yang beroperasi secara akurat, merancang website, menghasilkan dan merevisi halaman web, membalas komentar pengguna, dan memeriksa lalu lintas melalui situs. Webmaster “juga harus berpengalaman dalam perangkat lunak transaksi Web, perangkat lunak pemrosesan pembayaran, dan perangkat lunak keamanan”.

Webmaster mungkin menjadi generalis dengan keahlian HTML yang mengelola sebagian besar atau semua aspek operasi Web. Tergantung pada sifat situs web yang mereka kelola, webmaster biasanya tahu bahasa scripting seperti Javascript, PHP dan Perl. Mereka juga mungkin diperlukan untuk mengetahui cara mengkonfigurasi server web seperti Apache atau IIS dan berfungsi sebagai administrator server.

Definisi alternatif webmaster adalah pelaku bisnis yang menggunakan media online untuk menjual produk dan / atau jasa. Definisi yang lebih luas dari webmaster mencakup bukan hanya aspek teknis mengawasi pembangunan situs web dan pemeliharaan tetapi juga pengelolaan konten, iklan, pemasaran, dan pemenuhan pesanan untuk situs Web.

Inti dari tanggung jawab webmaster mungkin termasuk peraturan dan pengelolaan hak akses pengguna yang berbeda dari sebuah website, tampilan dan pengaturan navigasi website. Konten penempatan dapat menjadi bagian dari tanggung jawab seorang webmaster, sementara pembuatan konten mungkin tidak.

hmm....
Posting ini Lagi² request teman saya...
ya lumayan buat nmbah postingan dan bacaan buat saya...

NaraSumber

Programming dan Programmer

Program : Adalah serangkaian instruksi yang logis, ditulis dalam bahasa pemrograman (bahasa yang dimengerti oleh komputer) untuk menghasilkan informasi (output) sesuai dengan keinginan si pemakai jasa komputer (User).

Programming : Adalah tahapan dalam pembuatan program.

Programmer : Adalah orang atau tenaga pelaksana yang mempunyai tugas untuk membuat dan menyiapkan program siap pakai.

Tahapan dalam programming
Dalam proes pembuatan sebuah program, seorang programmer biasanya menempuh beberapa tahap antara lain:

1. Mengenal permasalahan
Sebelum kita memecahkan permasalahan, pertama kali kita harus mengetahui secara mendetail permasalahan yang ada. Untuk itu harus diperhatikan semua ketentuan - ketentuan dan syarat-syarat yang diminta dalam proses pengolahan datanya.

2. Menganalisa permasalah
Langkah selanjutnya adalah menganalisa permasalahan sesuai dengan deskripsi yang ada untuk memperoleh pemecahan yang logis dan efisien.


3. Membuat rancangan sistem
Jika metode pemecahan masalah telah diperoleh, selanjutnya dilakukan proses persiapan rancangan sistem yang meliputi :
a.Deskripsi pekerjaan, yang memuat keterangan umum mengenai suatu persoalan dan apa yang akan dihasilkan dari program tersebut.
b. System Flowchart, memuat keterangan yang menunjukkan tahap proses pelaksanaan kegiatan. Antara lain menunjukkan input dan output proses, media yang akan dipergunakan dalam proses pengolahan data dan lain sebagainya.
c. Input layout, memuat keterangan tentang struktur file yang dipergunakan sebagai input.
d. Output layout, memuat keterangan tentang struktur file yang dipergunakan sebagai output.
e. Processing specification, memuat keterangan tentang ketentuan proses, rumus-rumus yang digunakan, syarat-syarat dan tindakan yang berhubungan dengan suatu kondisi dalam pengolahn data.

4. Menulis Program
Setelah spesifikasi program selesai dipersiapkan, biasanya seorang programmer memulai dengan membuat flowchart secara detail. Kemudian dilakukan test kering (mentes program flowchart dengan data bikinan), jika tidak lagi terdapat kesalahan logika, barulah programmer memindahkan instruksi logis yang ada dalam flowchart kedalam statemen-statemen bahasa pemrograman (listing program).
Penulisan instruksi/statemen ini harus memperhatikan kaidah (sintaks) untuk setiap bahasa, karena masing-masing bahasa memiliki aturan penulisan yang berbeda-beda.
5. Kompiling dan Linkimg
Setelah listing program selesai ditulis dan dientry ke dalam media penyimpanan komputer, tahapan berikutnya adalah memeriksa aturan penulisan (sintaks program), proses ini disebut dengan “Compiling“. Bila terdapat kesalahan dalam listing program, komputer akan memberitahukan jenis dan posisi dimana kesalahan terjadi. Sedangkan jika tidak terdapat kesalahan, proses compile akan menghasilkan object program dalam bentuk bahasa mesin (mecine languange oriented).
Tahap berikutnya adalah menggabungkan object-object program tersebut agar terbentuk satu program utuh yang siap digunakan, proses ini disebut dengan “Linking”

6. Menjalankan program
Dengan asumsi bahwa baik data maupun programnya sudah dinyatakan benar (valid) maka program tersebut dapat dipergunakan untuk memproses data, menghasilkan laporan berdasarkan hasil proses yang dilakukan.
Dari tahapan kegiatan terebut di atas, programmer senantiasa selalu berusaha untuk menghasilkan program-program aplikasi yang spesifik (khusus), misalnya program aplikasi pengolah kata (Wordstar, Word, Word Perfect), program pengolah angka (Lotus 123, Exccel), hiburan (Game) dan lain sebagainya.

7. Pembuatan dokumentasi
Untuk mencegah segala kemungkinan yang tidak dinginkan dan juga untuk memudahkan pada programmer di dalam mengadakan perubahan-perubahan dalam sistem maupun program, mutlak diperlukan dokumentasi yang lengkap. Setiap perubahan baik dari sistem maupun program harus dicatat dalam standard Documentation (sebuah metode pendokumentasian yang standard dalam sistem koputerisasi).

Posting ini sama hal_na dengan psoting sebelumnya, request dari Teman kampus saya...

NaraSumber

Analis sistem


Analis sistem adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan.
Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).
Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi.

Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan.

Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.

Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan.

Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.


Pada dasarnya seorang analis sistem melakukan hal-hal berikut:
  • 1. Berinteraksi dengan pelanggan untuk memahami kebutuhan mereka
  • 2. Berinteraksi dengan desainer untuk mengemukakan antarmuka yang diinginkan atas suatu perangkat lunak
  • 3. Berinteraksi ataupun memandu programer dalam proses pengembangan sistem agar tetap berada pada jalurnya
  • 4. Melakukan pengujian sistem baik dengan data sampel atau data sesungguhnya untuk membantu para penguji
  • 5. Mengimplementasikan sistem baru
  • 6. Menyiapkan dokumentasi berkualitas

Posting ini sengaja saya publican, siapa tau salah satu dari yg membaca posting ini sama seperti teman satu kampus saya yg request tentang postingan ini buat tugas kuliahnya...

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

     
    Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by afdaldoankcopast.blogspot.com - Premium Blogger Themes | Blogger Templates